"Work It Harder Make It Better
Do It Faster, Makes Us stronger
More Than Ever Hour After
Our Work Is Never Over"
(Daft Punk - Harder, Better, Faster, Stronger)
Setelah melewati liburan yang panjaaang, sekitar dua bulan, akhirnya saya sekarang memulai semester kedua. Alhamdulillah pada semester satu hasilnya memuaskan. Sekarang semester dua, saya akan menghadapi matkul yang berbeda.
Denger-denger nih, semester dua jauh lebih berat dan lebih banyak tugasnya. Saya ngeliat dari matkulnya sih total ada delapan matkul. Tapi, lihat SKSnya...
Yah, namanya juga kuliah, pasti bakalan berhadapan dengan tugas, materi-materi baru, dan lainnya. Saya yakinin diri sendiri aja, semester satu aja bisa, masa semester selanjutnya nggak bisa. Saya juga sebenernya sangat menantikan dua matkul yang ada diatas, yaitu Komunikasi Visual dan Pengantar Ilmu Jurnalistik.
Dua hari sebelum saya pergi dan stay di Bandung, saya janjian bertemu dengan tiga kawan dekat saya. Kita rencananya mau menonton sesuatu. Nah, sesuatu nya itu yang bakalan jadi objek buat ngerjain salah satu manusia yang saya sebutkan inisialnya di judul, yaitu MGP. Saya, DM, dan AD udah tau kita bakalan nonton apa. Yang jelas bukan film, tapi band. Nah, pas saya dikasih tau DM kalo dia bilang kalo nama band nya itu film, saya langsung... ngakak.
Ngakak sengakak-ngakaknya. Soalnya, si MGP dengan MUDAHnya percaya dengan DM. Hahaha, saya kalo inget cerita ini bener-bener ngakak. Untuk cerita lebih lanjut dan mendalamnya lagi, boleh cek disini, kebetulan yang nulis adalah korban yang bersangkutan, si MGP. Kalo dibaca dari blog-nya, dia emang terkesan teraniaya. Emang sih, teraniaya oleh keisengan DM, saya, dan AD. Hahaha
Holla!
Kembali lagi (lagi)... Ya, udah lama banget saya nggak posting apa-apa di blog ini karena liburan semesteran yang panjaaang ini (2 bulan, what do you think?) bikin saya mandek nulis. Atau emang dasarnya aja mager (males gerak), hahaha.
Sebenernya, selama liburan 2 bulan ini saya bingung mau ngapain, saking panjang banget liburannya. Jalan-jalan udah, ngamar di rumah pun juga udah. Tapi, satu minggu dimana saya bisa bertemu dan ngumpul bersama temen-temen SMA angkatan saya lagi!
Yah memang sudah sangat terlambat untuk memposting tentang konser satu ini. Konser ini diadakan tanggal 22 Oktober 2011 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (untuk penyelenggaraan yang ketiga). Itu sebabnya kenapa tahun 2011-nya saya beri tanda kurung. Tapi saya tetap ingin men-share cerita saya saat menghadiri konser lintas generasi yang satu ini dari tahun pertamanya hingga sekarang, jadi nggak hanya yang tahun ini aja.
Djakartartmosphere diadakan untuk ketiga kalinya, setelah dua tahun yang lalu diselenggarakan dan banyak sekali peminatnya. Kebetulan saya belum pernah absen, jadi dalam 3 tiga tahun penyelenggaraannya, saya selalu hadir.
Disaat semua orang sedang berada didalam rumah karena panasnya cuaca saat itu, tampak seorang wanita paruh baya sedang berkeliling di kompleks perumahan, sambil menggendong bakul dengan kain biru, membawa tampah diatas kepalanya, dan membawa sebuah kantung plastik hitam. Teriknya matahari tidak menghalangi wanita itu untuk berkeliling menjual makanan yang cukup sedikit diminati orang; pecel. Mungkin di kota seperti Jakarta, ada segelintir orang yang masih gemar makan pecel. Meskipun hanya beberapa, beruntunglah wanita ini ternyata memiliki pelanggan tetap yang banyak karena pecelnya yang khas.


